Desa Loa Duri Ilir Raih Juara 3 Nasional Kategori Ketahanan Pangan Desa 2025

img

(Pengumuman Juara 3 Desa Loa Duri Ilir kategori Ketahanan Pangan Desa dan Pedesaan/pic: DPMDKaltim)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berhasil menorehkan prestasi gemilang hingga tingkat nasional.

Desa ini meraih Juara 3 kategori Ketahanan Pangan Desa dan Pedesaan Tahun 2025, berkat inovasi budidaya ayam petelur omega melalui program ketahanan pangan desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, memberikan apresiasi tinggi atas capaian ini.

“Prestasi ini merupakan bukti nyata kerja keras seluruh elemen desa, mulai dari pemerintah desa hingga masyarakat, dalam menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan kualitas hidup warga,” ujarnya saat dikonfirmasi Poskotakaltimnews, Sabtu (22/11/2025), via telepon.

Arianto menegaskan, pencapaian ini menjadi teladan bagi desa-desa lain di Kukar untuk terus berinovasi dalam program ketahanan pangan.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan pangan, tetapi juga kualitas, keberlanjutan, dan kemandirian masyarakat. Desa Loa Duri Ilir telah membuktikan hal itu,” jelasnya.

Arianto juga mengatakan prestasi ini tentu memperkuat posisi Kukar sebagai daerah yang serius mendukung penguatan ketahanan pangan desa melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Loa Duri Ilir, Fahri Arsyad, menjelaskan keberhasilan ini lahir dari upaya mencari pembeda di tengah banyaknya desa yang mengembangkan program ketahanan pangan.

“Hampir semua desa menggunakan dana desa untuk program ketahanan pangan, tetapi kami mencoba berinovasi. Tidak hanya beternak ayam petelur biasa, kami mengembangkan ayam petelur omega,” ungkap Fahri.

Inovasi ini menjadikan Loa Duri Ilir sebagai wakil Kalimantan Timur dalam lomba ketahanan pangan, dan berhasil menembus tiga besar nasional.

Diakuinya program ini tidak hanya fokus pada produksi telur omega, tetapi juga mencakup pembuatan pakan ayam secara mandiri, di mana sekitar 40% pakan dibuat di desa dengan jagung sebagai bahan utama.

Fahri menambahkan, pihak desa bekerja sama dengan para petani dengan menyediakan bibit dan pupuk, kemudian membeli hasil panen jagung. Sehingga dua program ketahanan pangan dapat berjalan bersamaan.

“Telur omega produksi Loa Duri Ilir kini telah dipasarkan ke Big Mall dan berbagai supermarket di Samarinda, dengan suplai yang sepenuhnya berasal dari desa,” kata Fahri.

Lebih lanjut, ia menyebut usaha ini telah berjalan sekitar satu tahun, dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama masyarakat. Warga yang memiliki ayam dapat membeli pakan dari BUMDes, dan hasil telurnya dibantu pemasarannya.

“Bahkan, warga kurang mampu diwilayah kami mendapat bantuan berupa ayam dan kandang untuk menunjang ekonomi serta memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” pungkas Fahri. (Adv/Tan)